Mei 15, 2008 oleh rahmanlove
Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.
Dengan keheranan sang Gubernur bertanya, “Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?” Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.” “Maksud engkau?” tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu. “Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, iaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”
Dengan jawapan seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah rauh, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 1 Komentar »
Mei 10, 2008 oleh rahmanlove
Ya Allah,,
jika aku harus mencintai,
berikanlah aku seseorang yang degannya aku semakin dekat padaMu
Ya Allah,,
jika aku harus mencintai,
berikanlah aku seseorang yang apabila aku memandangnya
kata syukur terucap dari lisanku padaMu..
Hingga ya Allah,,
saat Kau satukan hati kami berdua
kami dapat berkata
“nikmatMu yang mana lagikah yang kami dustakn?!!”
(Viana)
Ditulis dalam Puisi | Leave a Comment »
Mei 10, 2008 oleh rahmanlove
Jika raga itu hidup, mata mlihat,
hidung mencium, telinga mendengar,
otak berpikir, dan batin mkuasai
Jika bayang itu tertangkap,
pikiran itu muncul,
dan rasa itu menerpa
Maka percaya, tak ada yang lebih dungu
selain membohongi diri, tak ada yang lebih kejam dari menelan lalu memuntahkan lagi,
tak ada yang lebih mati, atas anggapan itu baik2 adanya
Jangan biarkan bimbang itu datang
Tengok, rasakan, pikirkan
Katakan sebelum langit mendung
hujan badai dan panas terik menghampiri
Hingga tak ada lagi angin berbisik,
daun bergoyang, dan rumput tertawa
Entah ya, entah tidak
Kini atau nanti
selamanya haruslah menjadi….
Ksatria…
(Ciannide)
Ditulis dalam Puisi | Leave a Comment »
Mei 9, 2008 oleh rahmanlove
Assalamu’alaikum…..
Jika ada yang ingin add comment ya silakan,,
klo mau kirim artikel kirim aja ke “r4h_manxx@yahoo.com”
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »