Jogjakarta, karena huruf y pada zaman dahulu ditulis j sehingga dibaca Yogyakarta, sudah sangat terkenal dengan sebutan “Kota Pelajar”. ya, Yogya disebut seperti itu karena disana terda banyak sekali sekolah, terutama perguruan tinggi baik negri maupun swasta. Oleh karena banyaknya perguruan tinggi tersebut, Yogya bisa dikatakan sebagai pusat pendidikan. Banyak mahasiswa yang berasal dari seluruh tanah air Indonesia yang kuliah di Yogya. sehingga Yogya terisi oleh para pelajar dan lingkungan disana pun juga ikut medukung keberadaan para pelajar tersebut.

Mulai dari biaya hidup yang lumayan murah dibandingkan dengan kota-kota lain dan mudah mendapatkannya, kost atau asrama di Yogya pun relatif murah, banyak tempat yang mendukung (perpustakaan, warnet dengan harga bersaing, toko buku, museum, dll), dan yang tak kalah penting pemeritah daerah pun juga ikut mendukung (akreditasi Sekolah Menengah Pengadaan Buku Pelajaran SMK/SMA, Pengembangan Jaringan Informasi Sekolah (JIS) SMK, Regional Centre, Pengembangan SMK berstandar nasional dan internasional, sekolah akselerasi, dan masih banyak lagi). Selain itu, Yogya disebut sebagai kota pelajar mungkin karena kebanyakan turis asing datang ke Yogya, jadi orang-orang disana pun juga bisa berbahasa Inggris, sampai-sampai tukang becak,
tukang parkir dan pak kusir pun hampir mahir berbahsa Inggris.. Hebat kn..
Masalahnya, apakah Yogya sekarang nie dah mencerminkan sikap dan sifat Kota Pelajar??
Banyak fenomena di Yogya yang nggak mendukung sebutan kota pelajar itu atau dengan kata lain tingkah laku dan gaya hidup Yogya tidak mencerminkan sikap sang pelajar. banyak remaja yang ugal-ugalan, pake narkoba, miras, merokok (yang dah jelas merugikan kesehatan), pacaran (yang nanti ujung-ujung jadi free sex), banyak polusi (dari kendaraan bermotor), dan masih banyak yang lain.
Nah, contoh seperti itu sebenernya nggak pantas ada di dalam kota Pelajar ini. seharusnya para pelajar yang di Yogya pun juga harus mampu memberi contoh sekaligus mengajak bagaimana berpola hidup yang “cerdas”, pola hidup yang bersumber dari hati nurani dan akal pikiran yang bener-bener sehat. Emang dalam kenyataannya banyak pelajar yang pergi ke Yogya pada awalnya berniat baik untuk kuliah, tapi karena dia bergaul dengan orang-orang yang nggak “genah” jadi ikut-ikutan bobrok juga. jadi kita harus pinter-pinter dalam memilih teman, jangan sampai masa depan kita hancur gara-gara kita salah dalam memilih pergaulan.
Orang gaul bukanlah orang yang ikut-ikutan,tapi orang gaul itu ialah orang yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya tanpa harus terpengaruh alias ngikut (punya prinsip gitu). Ketika hal itu baik maka lakukanlah, dan ketika buruk maka tinggalkanlah. jangan mengubah citra Kota Pelajar menjadi kota kurang ajar. Tentunya kota pelajar disandang Yogya bukan hanya karena banyak sekolah disana tapi para pelajarnya pun juga harus berakhlak baik sehingga benar-benar tercipta lingkungan orang-orang cerdas.. OK..!!
Nah mulai dari sekarang Nyok, sebagai masyarakat yang cerdas mari kita ciptakan Yogyakarta sebagai kota yang emang bener-bener pantas menjabat sebagai kota pelajar dan bagi kota-kota yang lain juga harus mampu bersaing dengan Yogya sebagai kota yang cerdas..

Okey…
Sebenarnya semuanya berawal dari diri sendiri dulu…
Guess!!, who am I!
Assalamu’alaykum salam kenal ana Imam dari Jogja Nggak sengaja ana lihat blog antum ternyata ikut Lomba Ngeblog Asiik juga yahh. Bagus kok Keep spirit and istiqomah ya
Wassalamu’alaykum
Kalau kita berpegang pada definisi bahwa Yogyakarta adalah kota pelajar karena jumlah kampusnya, itu jelas masih berlaku. Yogya punya 100 lebih kampus swasta, dan 3 kampus negeri. itu terbesar di Indonesia..
Namun, kalau dikorelasikan dengan budaya yang sudah tidak mencerminkan kota pelajar.. aku rasa itu hal yg lazim terjadi di kota2 besar Indonesia saat ini. ga cuma di Yogya, di Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya juga mengalami hal yang sama akibat gegar budaya yang terjadi…
Well,,, hal yang terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalh menjaga diri sebaik mungkin
emg niat awal dtg ke jogja bwt belajar tp krn ada kesempatan ya akhirnya ngikut arus. makanya kita harus pintar milih teman, karena teman yg baik pasti akan membuat qt lbh dekat pada-Nya.
sebenarnya kita punya banyak kelebihan loh,
Assalamualaikum..emang kita harus pandai2 menjaga diri, jangan sampai kebawa arus2 yang merusak,
kata ahli biologi, fenotip sangat dipengaruhi oleh lingkungan & genotipe…
Yupz, bener banged, Mas Dev. Lak jan2ne ki ndak ra “Ngajogdjakarta”??
Mas, aku gek Blogwalkin’ ki. Nitip Link weblogQ
http://www.oramutu.co.cc/