
Hadish shahih dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa pergi ke masjid atau pulang (darinya) maka Allah swt menyediakan baginya sorga sebagai persinggahan setiap kali ia pergi atau pulang” (HR Bukhari, Muslim dan lain-lainnya).
Subhanallah,, Allah swt bersedia memberikan jannahNya kepada hamba-hamba yang mau pergi ke masjid. oleh karena itu sebagai hamba yang bertafakur dan cerdas maka kita tidak akan melewatkan kesempatan yang angat mudah ini. OK.
Bagi yang rumahnya jauh dari masjid
Hadish shahih riwayat Bukhari, Muslim dan lain-lain, dari Abu Musa ra, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: “Sesunggguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat ialah orang yang paling JAUH berjalan kepadanya kemudian yang lebih jauh lagi (dan seterusnya) dan orang yang menunggu shalat hingga ia melaksanakannya bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang melaksanakannya kemudian tidur”
Rumah jauh memang sering menjadi beban ataw alasan bagi kita untuk tidak shalat jama’ah di masjid. Padahal Allah swt telah menjanjikan iming-iming kepada kita begitu banyak pahala,, maka pantaslah orang-orang yang mempunyai rumah yang jauh dari masjid berbahagia, apalagi ketika dia mau berangkat ke masjid dengan segera dan menunggu ma’mum lainnya untuk shalat berjama’ah.. Subhanallah..
Juga telah diterangkan dalam riwayat lain tentang ma’mum yang bertempat tinggal jauh dari masjid, hadish shahih dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata: Ada seorang Anshar yang aku tidak mengetahui orang selainnya yang tinggal lebih jauh dari mesjid kecuali dia tetapi tidak pernah luput shalat (berjama’ah di masjid), kemudian dikatakan kepadanya: Sebaiknya kamu beli keledai sehingga kamu dapat menungganginya pada waktu gelap dan panas, lalu ia menjawab, Aku tidak suka rumahku didekat masjid,sesungguhnya aku ingin perjalananku ke masjid ditulis dan (demikian pula) kepulanganku apabila aku kembali kepada keluargaku, kemudian Rasulullah saw bersabda: “Allah telah menghimpun semua itu baginya”.
Didalam riwayat lain: Kemudian aku mengasihaninya lalu aku katakan: “wahai Fulan, seandainya kamu beli keledai niscaya dapat melindungimu dari panas dan kerasnya tanah”, ia menjawab: “Demi Allah, aku tidak suka rumahku bersambung dengan Muhammad saw”, perawi berkata: “Kemudian aku merasa keberatan sekali (terhadap pernyataan itu) hingga aku datang kepada Rasulullah mengabarkan kepadanya, lalu Nabi saw memanggilnya. Kemudian orang itu berkata kepada Nabi saw seperti apa yang telah dikatakannya dan ia menyebutkan bahwa ia mengaharapkan pahala bekas (langkahnya), kemudian Rasulullah saw bersabda: “Bagimu apa yang kamu harapkan” (HR Muslim dan lainnya, Ibnu Majah meriwayatkan seperti riwayat kedua)
Terlihat dari riwayat diatas bagaimana kaum muslimin di zaman rasul dengan ke-istiqomahan-nya menjalankan shalat berjama’ah di masjid walaupun tempat tinggal mereka sangat jauh dan bahkan dengan berjalan kaki atau merangkakpun mereka akan ke masjid karena kegemaran mereka untuk berjama’ah ke masjid dan hanya dalam rangka untuk memenuhi panggilan Allah (adzan). Semoga hadish ini dapat memotivasi kita untuk gemar ke masjid dan memakmurkannya, apalagi pada zaman sekarang ini di negeri kita masjid dan musholla telah menjamur dimana-mana dan sudah di depan mata. Sangat ironis sekali kita lihat dimana kita berlomba-lomba untuk membangun masjid sementara setiap waktu shalat tiba mesjid yang kita bangun itu kosong melompong yang ada hanya imam dan muadzdzindan bahkan tidak jarang ada masjid yang tidak ada shalat berjama’ahnya pada waktu-waktu tertentu dan sementara di lain tempat kita dengan senang hati meluangkan waktu kita bahkan menghabiskannya hingga larut malam di kafe-kafe, klab malam, bioskop, mall, de el el (nGeri bUangEt kan,, na’udzubillah). Untuk itu marilah kita bersama-sama kembali meramaikan masjid dan mengajak saudara-saudara, temen-temen, dan keluarga kita yang lainnya untuk ke masjid bersama-sama. OK..!!!!
….. LET’S BACK TO THE MOSQUE…..


Setujuu. Shalat jama’ah Wajib bagi laki-laki.